Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





Meniti senja


Melewati batas-batas waktu bagai kini terleka lagi di kaki senja melihat porak pranda dunia yang hakikatnya kini Dunia Kita Makin Tua. Bagaimana dengan usia mu, usia aku, usia amalan, usia kejahilan, usia kebaikan dan usia kengkaran yang di ibadatkan. Tujuan manusia diciptakan hanya untuk menjadi hamba Allah dan bukan melebihi Sifat ketuhanan. Aduh kalau aku hitung hari demi hari tak tergapai iman ini seperti iman para sahabat. Hmm fikir punya fikir akan alam semesta masih lagi terhijab landskap rohani ini..... Usia makin meniti senja,

Asy-Syekh Husen Yusuf Ghazzal: “Dapat kita saksikan bahawa saat ini apabila seseorang melakukan perbuatan dosa, maka ia tidak akan merasa malu sedikitpun. Bahkan dengan sewenang-wenangnya mereka berusaha menghalalkan suatu perbuatan tanpa mempedulikan syariat agama dan norma etika.”


masih meniti senja makin tebal hati dengan kekotoran nafsu amarah dan debu-debu hasad dunia. Tawarkan hati dengan taubat kerana air mata yang mengalir bukan sahaja melembutkan hati malah air mata itu membuang sisa toksid dari organ dalaman... setiap sesuatu penciptaan Allah ada rahsia yang tidak kelihatan dengan mata kasar walaupun penciptaan itu hanyalah habuk debu yang melekat di atas al quran telah tertulis takdirnya di Lauh Mahfuz

Sabda Baginda SAW yang bermaksud: “Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (memohon ampun) dan bertaubat kepada Allah setiap hari lebih 70 kali.” (Hadis riwayat Bukhari)
 
Benar pada pengalaman, taubat penyembuh penyakit hati, penyembuh ketidakpuasan nafsu, penyembuh penyakit AIDS(tidak di wartakan) penyembuh Landskap Rohani. Taubat itu benar-benar berat bagi yang belum bersedia menghapus sisa dosa yang melekat pada pshykologi, yang terpalam pada hati dengan pandangan masyarakat, yang terbenam dengan sangkaan buruk terhadap rahmat Allah dan taubat itu payah andai hati tertanam cita-cita untuk mengerjakan maksiat kembali.
 
Ulama berkata: “Sesungguhnya kemaksiatan itu berjalan menuju kekufuran. Manusia berpindah dari satu bentuk kemaksiatan kepada kemaksiatan berikutnya, sampai akhirnya dia keluar dari agamanya.”
 
Allah SWT berfirman yang bermaksud: “Barang siapa yang bertaubat sesudah melakukan kejahatan, lalu memilih jalan lurus. Maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya dan Tuhan itu Maha Pengampun Maha Penyayang.” (Surah al-Maidah, ayat 39)
Continue >>>