Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





a Long Wait in Forbidden Love


LANDSKAP ROHANI


Tidak hadir hati ku pada mu mengapa duhai kasih ku yang abadi. Aku persembahkan cinta yang tahyul ini pada mu mana mungkin ragu ini kau layani. Singgah sebentar aku di alam kefanaan ini hanya memerhati diri. Rupanya aku tewas untuk menterjemahkan erti kasih yang mutlak. Kelak aku pasti mengelak jika aku terus kecundang di bawah payungan mu. Tika gerimis ini hulurkan aku arak itu. Sungguh haus benar hati ini dahagakan wajah mu. Lapar benar takdir ku untuk mengotakan istana buat kasih ku. Inikah rindu dari mu untuk ku.... bebaskanlah aku menari agar kau berhibur. Berhiburlah duhai kasih ku. Agar engkau terus terhibur. Aku rela menjadi penghibur mu selama-lamanya. Biarlah selama-lamanya aku merindu. Aku rela pada mu biar berabad di dalam sendu.



Marilah sini wahai aduka hinggapi aku yang berpesta duka. Aku ini nangis nangis nangis kerana pilu ku lebih kuat dari mu. Terbakar aku dengan air mata ini. Mana mungkin padam kembali api pilu ini. Aduh sungguh aku tidak dapat bertahan lagi dengan ini sayu cipta. Aku menangung seluruh penyesalan alam yang jitu. Ya allah sungguh sakit aku ini menahan seribu jutaan ragu. Kirimlah aku ke sana yang aku tak ketahui itu. Aku telah pun rela atas apa sahaja kehendakmu. Terimalah aku kembali... terimalah aku kembali ya rabbi ku. Aku takut hilang mu. Aku dahulu telah kenal pada mu tapi aku lupa segala waktu itu. Waktu itu engkau ku puja diatas kesatuan. Namun aku jumpa penyatuan dalam diri yang berdiri memungkiri janji. Janji yang terpatri itu ku ungkai sendiri. Sendiri lagi mencari diri. Temanilah aku ya rabbi ku. Ya rabbi ku.... datanglah ke sini lagi. Aku lemah membawa diri. Berat rasanya harga diri ini. Tiada daya tiada upaya aku menangung melainkan anugerah mu yang agung.



Aku itu makanan Mu

Dalam wajah Mu itu aku

Terpaku aku menatap Mu

Hilang segala rosak binasa

Hadir Mu menyayat rasa

Hingga duka bertukar suka

Tapi adakah ......

Adakah......

Adakah itu namanya cinta

Jika kata hanya dusta

Dusta semata merata-rata

Dalam kelompok si pendusta

Bertebaran menjual cinta

banyak yang menjual cinta

hingga lupa menawar bisa

Bisa ini sungguh berbisa

racunnya perosak binasa

Mana tahan aku rasa

Memaksa aku jadi binasa

Sedih benar duhai diri

Mengapa jauhari ini terus bermimpi

Masihkan di alam mencari

Tercari lagi pesta diri

Diri itu sembunyi

Sembunyi di sebalik aku ini

Tirainya besi

Tidak tertawan si rupawan

Rupawan jauhari menyingkap rohani

0 comments: