Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





23 tahun lagi perang akhir zaman..?


LANDSKAP ROHANI

“Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat, (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba. Karena sesungguhnya telah datang syarat-syaratnya.”



Tika itu mana ada yang ingin menyeru kembali taat pada semesta. Melibatkan diri di bawah kehendak yang maha berkuasa. Dalam jiwa hanya terpaksa seolah paksa itu menjadi iman sebesar raksasa. Itulah waktu huru hara sehingga telah terbit mentari dari barat ke timur masih lagi berdaya untuk mengembalikan iman walau sebutir raksa. Alangkah indahnya bagi yang bisa mencuci kakinya ketika hatinya di baluti pilu dan sembilu dosa.

Ketika itu mana tahan segala derita yang menyiksa. Mana ada yang berani melontarkan kata aku merdeka. Namun allah maha mendengar walau rintih atau keluh semuanya di dengari walau tanpa suara tanpa berhuruf. Cukuplah allah bagi ku.

Walau saat itu masih ada yang memerhati dari dalam sedalamnya pemeliharaan. Kejarilah dia sehingga dia melewati sempadan rasa sehingga kaku bertukar laku menjadi saldadu yang maju. Walau itu adalah ketetapan waktu pada mu mungkirilah segenap seteru mu untuk bertemu dan menyatu bersama aku di aku.

Saat itu tiba mana ada yang bisa lagi menyeru. Menyeru kembali mentaati aku. Semuanya diam menanti lolongan allahuakbar. Sehingga itu darah mengalir bagai siraman hujan membasahi hidup mu yang dahulunya penuh padu dengan nafsu. Air mata mu mengalir sederas kencangan jantung mu sesak. Tak siapa peduli lagi.

Tika itu bumi menjadi merah … langit bertukar arah memohon pada allah yang menguasai hati dan mati. Memohon mereka tuk simpati pada arwah yang tak menepati janji…. Memohon mereka simpati dalam tangis di kaki langit memohon cerah hidup manusia. Manusia sungguh berjiwa manusia tiada hati menikam mati. Sekalian umat Muhammad menanti mati di hujung hari.

Oh alangkah pahitnya derita bagi mereka mentadbiri hati. Sehingga telanjang segala iman dan percaya. Sehingga muntah segala ucapan tauhid bersama cerca dan nista. Oh alangkah peritnya itu masa melihat mereka berhamburan darah yang sia-sia. Banyak yang tumpah menyembah dosa sehingga tiada lagi kelibat penguasa cinta.

Namun masih ada… masih ada harapan cinta… cinta itu sentiasa mekar walau bumi tuhan hancur terbakar.

4 comments:

Dama-Ulan on August 5, 2010 at 1:46 PM said...

Assalamualaikum...

hihihihi... amat mendalam.. kiamat pasti dirasai oleh setiap mahluk..

Zakir Lazarus on August 5, 2010 at 2:30 PM said...

menyimpan takut di dalam sakat
hingga terbenam lalu terikat
alangkah takut jika esok ialah kiamat
kerana diri masih bertempat

b.r.u.t.a.l.s.o.l.o on August 5, 2010 at 2:33 PM said...

jika di beri peluang aku ingin bercinta sampai kemati

Zakir Lazarus on August 5, 2010 at 2:37 PM said...

bila mati terbuka misteri,
menggemparlah segala indrawi,
kerana cintalah indahnya duniawi,
maka kosongkanlah cinta duniawi dan ukhrawi