Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





ketika nafsu bersabda


LANDSKAP ROHANI
Tukar haluan mu wahai ayu
Kembalilah merayu
Biarlah begitu merayu
hingga terbit sayu
lalu aku menunggu
hingga terbit waktu
tuk kita bertemu
dipertemuan aku dan kamu
hinggalah bayang dan cahaya menyatu

Ketika mula diri mu mencari diri tiadalah diri itu kau kenali melainkan diri mu itu disangka memberi kehidupan. Diantara kerlipan bintang di langit yang terlihat hanya Dialah yang berdaya mencipta itu. Sedangkan diri mu tetaplah dianggap diri yang hidup dan menghidupkan. Setelah engkau bergerak untuk mengenali diri, ego mu mula menyepak kebenaran hingga kebenaran itu terus jatuh tersungkur lalu tidak pernah kau ambil peduli. Lalu engkau turuti segala sabda nafsu mu hingga diri mu yang merasa pilu di bawa arus noda dan dosa yang kotor bagai air limbah yang membusuk. Setelah itu kau bagunkan aku kembali dari pelusuk yang berduri semak dan samun itu. Kau basuhi diri mu dengan air mata namun kau belum puas kerana terasa diri  mu masih belum menguasa. Jadi di situ engkau masih teragak melangkah setelah segala percubaan membuahkan paksa.
Esok telah pun bertukar hari, dan semakin hari maut itu mengejari mu… dahulu cukup engkau gentar tentang maut namun kini maut itu yang kau gunakan untuk menakutkan nafsu mu yang bersabda. Lalu diri itu kau simbahi dengan alunan zikri hingga mengentar seluruh indrawi mu.  Namun kau belum puas. Apakah yang kau cari wahai diri. Adakah selain dari ukhrawi atau duniawi.
Wahai diri aku telah sanggup menempuh apa jua halangan menimpa. Bagi ku tiada apa yang bisa menghalang dari apa yang aku kehendaki. Setiap apa yang aku perolehi akan aku amati hingga aku mengenal apakah itu hajat ku. Jika engkau masih belum memenuhi hajat ku layakkah aku berdiam di situ.
Dan jika diri itu bertikam lidah untuk memahami tentang sifat diri yang bertingkat hingga diri adalah yang berdiri untuk menyaksi hanya diri kepada diri. Dan jika diri mentaati diri hingga terlepas simpati masihkah ada diri yang menguasainya melainkan dialah yang lebih berkuasa untuk memaksa. Paksalah, rela dipaksa asal paksa itu tidak menukar diri ku yang beraksa menjadi suasa. Paksalah diri ku ya ilahi ku. Ke mana saja aku rela memaksa nafsu ku
Itulah habuan nafsi malas untuk di mengerti tentang hati. Malas untuk menempah peribadi Muhammad. Malas untuk memahami. Malas untuk ….. malas… malas….
wahai ilahi ku aku mohon pada mu
ingin ketemu kepada mu
aku tak tahu mengapa tertipu
hingga tenggelam segala rayu ku
wahai ilahi ku mengapa begitu
aku malu menoleh kembali itu waktu
terasa pilu
pilu
pilu
pilu……..!

2 comments:

Insan Marhaen on October 20, 2010 at 11:28 PM said...

hum...

bila tiba waktuku
kutak mahu seorang pun kan merayu
tidak juga kau
tak perlu sedu sedan itu

aku binatang jalang
dari kumpulan terbuang

Zakir Lazarus on October 21, 2010 at 10:38 AM said...

kembali dari yang terbuang
mungkinkah bisa kembali terbang