Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





Di Buka Diri Itu Di Dalam Tujahan


LANDSKAP ROHANI



indahnya kalam disusun nafsi yang terperi memohon sejumlah rahmat buat himpunan hingga melepaskan diri di dalam tangisan untuk dipertemukan sebagai tamu. Maka berjalanlah sedikit demi sedikit di dalam kuburan yang nyata agar kasih mula melimpah di atas suasa menjadi gangsa…. Demikianlah setiap bicara hanya mengarah pada semesta agar diri didalam buaian sentiasa di dodoikan ibu semesta. Bukalah hari ku bersama senjata yang memisahkan setiap anggota padanya jalan takwa yang dipinta agar menjadi jernih bagaikan airmata. Hinggapilah diri ku dengan berita agar tenang diri ku dengan sengaja tanpa ku hidup menguasa yang berkuasa hanyalah semesta.

di buka diri itu di dalam tujahan
yang memisahkan di dalam taruhan
hingga melepaskan setiap ucapan
yang berkisar tentang mu tuhan

Ketika berjalan lewatilah pelabuhan yang menggerakkan setiap kapal  berlabuhan  yang memuatkan segala macam punggahan. Di dalamnya hebahan setiap dagangan pasti terbuka suatu macam perasaan yang menidakkan diri di dalam sanggahan hingga menjadikan diri mu di dalam taruhan…. Maka kembalilah kepada tuhan yang memiliki setiap hebahan di sana pasti kau tertawan pabila melihat diri mu tak keruan.  Itulah tandanya tuhan yang memiliki segala himpunan manakah dikau yang ingin nafikan segalanya terang lagi nyata bersuluhan…. Tiadalah diri mu wahai insan memiliki walau imbuhan apa yang kau nyatakan hanyalah semata-mata hiasan belaka……

Suatu hari di dalam diri bersama menganyam hamparan nafsi terbuailah diri merayu di dalam tari. Di buai oleh yang maha mengetahui sentiasa diri dalam mengamati tanpa daya dan akli semata-mata mohon penyerahan diri. Di situ mulanya jauhari merasakan seakan mati merayakan setiap seni bergembala di dalam diri. Terangilah segala rasai hingga menyelinap jauh menggenderai badani kerna disitulah ia sembunyi segala rahsia alam diri. Lalu ku tercunggap lagi kerna segenap indrawi bagai di bahangi oleh kuasa yang merajai yang menyentuhi qalbi.  Tenggelamlah lalu terbenamlah suasa tiadaklah lagi bergangsa yang hanya meliputi seraya bukanlah sengaja yang mendamaikan sentosa yag berwarna bagai alam semesta…..

0 comments: