Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





Dibuai asmara dari wahyu syaitan


LANDSKAP ROHANI



Dalam suasana hati ku yang berkisar tentang terbit dan tenggelam masih lagi bermain dengan rasa yang pasti dan yang resah menanti. Dari kejauhan mu ya ilahi ku lihat sumber cahaya yang terang yang maseh meneggek di atas jaminan akan ucapan dan pengertian. Di sebalik rahasia cinta mu hanya dikau yang lebih memahami hati ku maka kepada mu jualah tempatnya daku merenung kembali segala macam rayu sumbang ku pada mu. Sungguh malu rasanya diri ni pabila meratah daging yang hancur lumat yang di hijab bagaikan bangkai kerana bagi ku setiap maksiat itu menghancurkan sel darah merah ku dari teratur dengan frekuensi yang menenangkan. Namun pabila  suatu yang haram ku lakukan ianya bagaikan mendarah mendaging bathin ku sehingga layaknya yang ku hidangkan adalah sebuah makanan yang melumatkan ingin ku pada mu. Walau terang daku dalam sedar namun segalanya tidak bisa ku lakukan dek kerana sukarnya diri ku menewaskan bujukan yang memberahikan nafsu ku…

.............ya allah telah terang bagi ku kehendak mu atas ku namun sejuta kali ku menipu diri untuk bersenag-senang dengan kelapangan waktu mu… ampunkanlah daku.........

 Dalamnya madu terlihatnya pekat
Pekatnya madu menjadi ubat
Disetiap daerah dadaku adalah pengubat
Yang menjadi penawar bagi diri yang terikat
Terikat oleh hamburan nafsu yang memikat
Makanya harus ku kaji hingga terpikat
Terpikat hati ku dalam maqam nubuat……

Dalamperjalan ku ini sekejapnya ku henti di atas satu landasan lalu ku turuni dengan usaha dan daya ku yang lemah hingga setiap bicara ku gagali sehingga tewas segala imani. Di atas sebuah landasan yang panjang itu  ku lihatnya cahaya yang terang benderang coba membawa ku pulang ke tempat asal ku namun ku tak berdaya tuk berjalan apatah lagi mengesot ke arahnya. Sungguh lemahnya diri ku kerana telah memuja kehinaan yang mencampakkan diri jauh dari pandangannya.

...........Ya allah telah tewas kesekian kali diri ku namun ku tetap memuja ke-esaan mu maafkanlah diri ku kerna menghancurkan sejuta ketenangan sel-sel darah merah ku……..

Dalamnya diri itu adalah wajah
Yang mengherdik keluar berdarah
Maka jauhilah segala amarah
Yang sentiasa membolosi setiap daerah
Tidaklah aku itu mengarah
Melainkan hanya berserah
Keluarkanlah wahai diri yang lemah
Pergilah menuntun kepada setiap wilayah
Yang sentiasa menantikan pasrah
Untuk kau belajar memandu arah

0 comments: