Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





Si Lautan Khayal


LANDSKAP ROHANI

kun kata Nya fayakun kata Dia. Keduanya bermesra di dalam Tanya. Apakah gerangannya diri itu…. Apakah sudahnya diri itu…. Apakah bermulanya diri itu…….  Namun katanya tidaklah tahu  walau beribu abad lamanya kerana jawapannya ada disana. Yang bersembunyi di dalam cahaya laksana membelah gelap menghancur istana. Lalu katanya ke manakah hilang walau telah dikhabarkan gemilang. Namun daku memujuk alam mencuba mencari di setiap silam. Ohhh alangkah dangkalnya akal pabila dapat mu hanyalah sejengkal manakan sama si lautan khayal.

mungkirilah janji mu di setiap daerah
kelak tiada siapa bisa menziarah
kerna sudi mu padaNya hanyalah amarah
maka hancurkanlah setiap daerah
dengan alunan asma Allah
hanya dengannya bisa kau menyerah

Duduk menatapi cermin itu sehingga membiaskan laku, lalu terjahi ia satu persatu bagi membuka baju demi baju. Lalu basuhilah baju itu sehingga hilang kotoran lalu, agar kebersihan itu menjadi tabiat mu. Maka huraikanlah satu persatu tentang kesucian itu yang manakah ia aku dan yang manakah ia seteru.
Continue >>>

Talaki Duniya


LANDSKAP ROHANI


Dunia itu tempatnya membajai akhirat  yang sering terlupakan manusia akan sifatnya kudrat. Dari segala yang telah pun menjalani mangkat maka dia itulah yang bisa diperdapat bagi menyucikan hati yang berkarat. Dan tidaklah dia itu di lebihkan baginya semata-mata untuk berbuat. Berbuat semata-mata kerana taat akan perintah yang diperintahkan. Maka sesungguhnya wahai umat kembalilah kepada yang diperdapat itu kerana dalamnya itu perdapat tersimpan jutaan kalimat yang bisa menghancurkan nista dan mazmumah mu. Maka bajailah hati mu dengan setiap kalimat itu sehingga benar-benar engkau berpuasa lalu berpaling pergi dari dunia.


allah.... allah..... allah......
sesungguhnya jalanya itu dunia
adalah ibarat sebuah taman neraka
yang memanggil manusia hingga senja
bagi melayani setiap derhaka
maka berulangilah lagi hingga terleka
walau waktu kian senja
maseh lagi terpinga-pinga
merayu kata-kata yang nista
hingga sakarat mengulangi duka


Continue >>>

Taman Kecelaruan


LANDSKAP ROHANI


sungguh sukar untuk memandu
selagi maseh memikiri rahsiaku
maka seharusnya daku membisu
dari segala upaya dan kuasa yang satu
agar terhasil buat ku
suatu yang dinamakan tahu

maka setiap apa yang engkau kerjakan adalah sebuah halangan yang makin engkau hilangkan sekian lama. Maka sesungguhnya tiadalah daya upaya untuk memulihkan kembali hubungan yang retak itu pabila engkau maseh menyerukan ketidakpastian yang sering bermain di dalam tamannya kecelaruan. Sesungguhnya kehidupan itu di noktahkan buat yang mencari keupayaan dan sesungguhnya keupayaan itu dinoktahkan buat mereka yang mencari kekuasaan. Dan sesungguhnya pengabdian itu buat mereka yang mencari tuhan. Dan ketuhanan itu buat mereka yang mencari kesaksian. Maka kembalilah menjadi hamba yang mencari kesaksian sehingga kesaksian itu melutut di hadapan mu sehingga tiadalah yang disaksian selain hanya yang ingin disaksikan oleh yang maha mengetahui.
Continue >>>

menyuci harga diri


LANDSKAP ROHANI



Hilangkanlah segala wasangka yang sering dikau terluka maka kembalilah mendengar cerita buat sang hamba yang biasa, yang biasa terbuka oleh kata –kata nista seiring dengan bahaya yang terjun membelah cahaya . Dari setiap kehancuran buangkanlah segala serpihan yang amat bisa menusuk cemaran di daerah senja. Yang maseh menyanyikan sebuah tarian yang lemah dari ketidakupayaan menyata membelenggui mahkota. Sesuapan yang diberi tidaklah berharga di raga melainkan hanya sebuah gambar yang menjadi ukuran. Wahai pemuja datanglah pada ku kembalilah memuja muji bagai dulu itulah ukhrawi. Bermula bicara dari kalimat yang nista bermulanya firman dari gelapnya cahaya. Bermulalah segalanya dari hakikat sebuah penafian yang melepaskan sanjungan semata-mata untuk mengibarkan panji-panji kedukaan bagi menghanyutkan kesombongan dari belukar yang gelita di dalamnya sahaja hanyalah terdapat sebuah pelita yang apinya semakin malar menunggui masa untuk bertukar menjadi hampa sehampa-hampanya . itulah dia dari hakikat penafian yang harus di gali bagi menyuci harga diri yang semakin tak dihargai demi kerana memuaskan sebuah perbudakan syaitani.

Continue >>>