Ku Persembahkan Karya Hati ku Buat Tatapan Diri ku Yang Asyik Syok Sendiri.

My Starz

SalaM

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya... Surah al Alaq 1-5....







zakirlazarus@gmail.com





ilahiantamaksudiwaridokamatlubi


LANDSKAP ROHANI

Didalam suatu perumpamaan dari hal-hal yang dinampakkan ianya menjadi keinginan bagi menguatkan daya dan upaya untuk terus memuja muji. Dan telah terbit suatu penantian yang mana dihilangkan segala hal-hal itu untuk melenyapkan keinginan bagi membiasakan diri untuk menerima redhaNya. Dan itulah namanya menuntut akan redhanya iaitu sebagai orang yang sedang mempelajari dan atau menuntut ilmu bagi diri akan nyatanya taat, rendah diri, berserah, ikhlas dan redha.

 Yang menyatakan kehendak itu adalah keinginan hati untuk memalingkan diri dari kancah penguasaan sanubari bagi menghidupkan nurani untuk tetap beristiqomah dalam menjalani kejujuran. Yang mana kejujuran itu adalah fitrah bagi ruhani untuk mendidik jasmani agar tetap di dalam taat yang mencerminkan wajahNya.

Oleh yang demikian nyatalah bahawasanya kesungguhan hati bisa dibolak balikan oleh tipu daya keinginan yang bertiupan berkeliaran sanubari. Sehingga yang menyata adanya keinginan itu untuk melemahkan kekuatan nurani sehingga yang merajai anggota dimiliki nafsu yang beraja dihati pemilikan sanubari.

Sedikit demi sedikit hadirkanlah kesedaran diri itu jauh ke dalam sanubari agar yang menguasai sanubari itu bisakan tunduk menyembah akan hakikat wajahNya. Yang melirik kembali akan jauhnya yang berhadapan bisakan merasa kehadiran tuhan yang menguasa. Tika dan saat ini cubalah berkata dengan menyatakan rasa itu sebagai bahasa. Bahasa yang tiada ia berbahasa semata-mata yang terbit dari kalam yang terahsia. Lalu ucapkanlah ilahi anta maksudi wa ridhoka matlubi.......

Yang membenarkan mu itu adalah ia
Dan tidaklah engkau itu membenarkan dia
Sesungguhnya kebenaran itu adalah rahsia
Yang menyelimuti mu disetiap anggota
Maka tiadalah satu pun manusia
Yang benar-benar telah menguasa
Melainkan telah ia benarkan rasa
Sebagai bukti wujudnya ada
Maka benarlah katamu duhai pujangga
Tiadalah daku itu berkuasa
Semata-mata lemah tak berdaya
Hanya mampu berserah jiwa dan raga

0 comments: